Saturday, 14 January 2012

Makalah Agama: Alkitab Sebagai Firman Allah yang Berkuasa

Pada kali ini, aku akan membagikan atau dalam bahasa kerennya share tentang tugas makalah. Makalah bertema sesuai dengan judul diatas "Alkitab Sebagai Firman Allah yang Berkuasa". Mohon maaf buat teman-teman yang merasa tersungging tersinggung dengan judul di atas, karena memang ini makalah khusus untuk teman-teman yang beragama Nasrani (Kristen dan Katolik). Disini juga akan diberi link supaya temen-temen gak usah meng-copypaste artikel ini. Terima kasih

Berikut isi makalahnya :





Bab I
Pendahuluan
A.   Latar Belakang
Dewasa ini, banyak orang-orang Kristen yang menjalankan ibadahnya dengan hanya datang ke gereja saja. Bahkan ada beberapa orang yang menganggap agama Kristen itu hanya sebagai “pelengkap” pada Kartu Tanda Penduduk atau KTP bahwa dia sudah memiliki agama. Dalam hal lain dia tidak mau disebut orang-orang disekitarnya tidak beragama, atau yang sering disebut atheis. Padahal hal seperti itu (datang ke gereja saja) tidak cukup untuk mengerti kehendak-Nya.
Sebagai seorang Kristen sejati (bukan Kristen KTP dan hanya datang ke gereja saja) yang paling utama adalah harus percaya dan mengenal diri Tuhan kita, Tuhan Yesus Kristus dengan memahami firman-Nya yang tercantum dalam Alkitab. Firman-Nya “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku[1]” inilah yang seharusnya menjadikan kita mengenal Dia lebih dekat lagi.
Alkitab adalah Firman Allah yang memiliki kekuasaan tertinggi dalam kehidupan orang-orang Kristen di dunia. Selain itu, ada pula “sesuatu” yang membantu kita memahami isi dari Alkitab. “Sesuatu” itu adalah Roh Kudus yang merupakan Roh dari Allah yang bekerja dalam kehidupan orang Kristen, sehingga orang Kristen dapat membaca dan mendengar serta memahami isi Alkitab selaku Firman Allah. Seperti kata Pemazmur “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku[2]” itulah yang menjadi dasar dan pedoman bagi perbuatan dan kehidupan orang beriman. Oleh karena itu, orang Kristen (secara pribadi maupun bersama) harus membaca, mendengar dan merenungkan Alkitab siang dan malam agar mengerti maksud dari Tuhan Yesus Kristus.
Terkadang kita menganggap Tuhan sering meninggalkan umatnya yang sedang membutuhkan pertolongan-Nya atau sedang dalam keadaan sulit. Akan tetapi sebenarnya Tuhan tidak pernah meninggalkan umatnya yang membutuhkan-Nya. Dalam Mazmur berkata, “Orang yang mengenal nama-Mu percaya kepada-Mu, sebab tidak Kautinggalkan orang yang mencari Engkau, ya TUHAN.”[3]
Sebagai orang Kristen untuk menghadapi situasi yang sulit harus mendekatkan diri kepada Tuhan agar iman kita lebih kokoh. Selain itu, kita juga harus rajin membaca firman-Nya karena Firman Tuhan sama dengan perkataan yang memiliki kuasa untuk menyelesaikan segala persoalan. Dalam kitab hukum Taurat tertulis ” Sebab perkataan ini bukanlah perkataan hampa bagimu, tetapi itulah hidupmu, dan dengan perkataan ini akan lanjut umurmu di tanah, ke mana kamu pergi, menyeberangi sungai Yordan untuk mendudukinya.” [4]Inilah yang seharusnya menjadi pondasi bagi kita untuk lebih bertekun dalam Firman-Nya.
B.   Pengertian
Alkitab adalah kumpulan kitab-kitab yang diakui sebagai kanonik dan diakui sebagai Firman Allah oleh gereja Kristen. Kanonik sendiri adalah tongkat pengukur untuk mengukur dan membukukan kitab-kitab itu menjadi satu. Nama Alkitab sendiri berasal dari bahasa Yunani, Biblia yang berarti buku-buku. Dan bagi keseluruhan kitab itu, seolah-olah 1 kitab saja. Karena kitab-kitab tersebut dikumpulkan dan dikanonikkan menjadi 1 buku.
Alkitab sendiri terbagi dari 66 kitab dan surat, yang terdiri dari Perjanjian Lama (39 kitab) yang berbahasa Ibrani, kecuali kitab Ezra dan kitab Daniel yang berbahasa Aram dan Perjanjian Baru (27 kitab dan surat) yang seluruhnya berbahasa Gerika. Kitab dan surat ini telah ditulis oleh 40 orang (raja, pedagang, pemungut cukai, dan lain-lain) dan pembuatan ini membutuhkan waktu kurang lebih 1800 tahun untuk membuat kitab Kejadian sampai Wahyu yang terdiri dari dari 31.103 ayat dan 1.189 pasal[5].
Perjanjian Lama berisi sejarah umat manusia sejak penciptaannya dan kejatuhannya dalam dosa sehingga terpisah oleh Allah dan rencana Allah mengenai keselamatan manusia dari dosa melalui umat yang dipilih-Nya, yaitu bangsa Israel dengan menjanjikan datangnya sang Juruselamat dalam dunia. Sedangkan dalam Perjanjian Baru berisi jalan bagi umat manusia untuk menerima keselamatan yaitu pengampunan dosa, dan bagaimana manusia dapat memperoleh keselataman dengan percaya pada Tuhan Yesus Kristus, sang Juruselamat. Oleh karena itu, Perjanjian Lama yang berisi janji Allah kepada umat manusia sudah terwujud dan terjadi penggenapannya dalam Perjanjian Baru dan merekan tidak dapat dipisahkan atau merupakan suatu kesatuan. Serta dari Perjanjian Lama, kita dapat melihat rencana dan kebesaran Allah secara jelas dan tepat.
Alkitab yang sering kita baca memiliki sejarah pembuatan yang panjang. Pada masa lampau, terdapat kumpulan kitab-kitab dan surat-surat. Lalu agar kitab-kitab dan surat-surat tidak dianggap bidat atau menyimpang dan disahkan menjadi sebuah Alkitan, maka para penatua membuat kanon yang ditulis pada kulit binatang, papyrus, dan dasa titah (loh batu). Kanon adalah alat pengukur (biasanya yang digunakan adalah tongkat pengukur) karena dipakai untuk mengukur kehidupan dan asas atau hukum kepercayaan. Akan tetapi ada juga kitab-kitab dan surat-surat yang tidak sesuai dengan kanon. Kitab-kitab dan surat-surat itu disebut dengan Deuteronika. Kitab Deuteronika tidak dipakai oleh gereja-gereja Kristen sehingga mereka dibuang dan tidak dimasukkan ke dalam Alkitab. Oleh karena itu, kitab-kitab dan surat-surat yang termasuk kanon mempunyai otoritas untuk kepercayaan.


Bab II
Rumusan Masalah
A.    Alkitab sebagai Firman Allah yang Kekal
B.     Firman Allah Mempunyai Kuasa
                                                        i.            Firman Allah Memberi Pertolongan Ajaib
                                                      ii.            Firman Allah Memberikan Hidup Baru
                                                    iii.            Firman Allah Mengajarkan Kehidupan dan Sifat Seorang Murid
                                                    iv.            Firman Allah Menghakimi Kita


Bab III
Pembahasan
A.   Alkitab sebagai Firman Allah yang Kekal
            Alkitab terdiri dari 66 kitab dan surat berisi berita yang sama. Berita itu merupakan berita anugrah dan berita sukacita bahwa orang yang percaya kepada Allah akan diselamatkan melalui anak-Nya, Yesus Kristus[6]. Alkitab ini ditulis oleh beberapa orang yang diilhami oleh Roh Kudus. Sehingga sebenarnya penulis Alkitab adalah Roh Kudus. Dalam surat Paulus di 2 Timotius 3:16 sudah tercantum jelas fungsi dari Alkitab itu sendiri, “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.” Selain itu juga Firman Allah yang tercantum dalam Alkitab, sebagian besar telah tergenapi janjinya dan terbukti tepat baik dilihat dari sisi ilmu pengetahuan maupun sejarah. Namun ada beberapa janji yang belum tergenapi, salah satunya adalah janji Yesus untuk datang kedua  kalinya ke dunia pada akhir zaman.
            Karena Alkitab adalah Firman Allah, maka Allah akan menjaga agar Alkitab tidak musnah dan bertahan kekal. Alkitab merupakan buku atau kitab yang berbeda dari buku dan kitab-kitab yang lainnya. Perbedaannya adalah Alkitab tetap tinggal dan tetap berguna dari masa ke masa dan merupakan sumber pengetahuan baik jasmani maupun rohani. Dengan kata lain Allah berbicara kepada manusia lewat Alkitab. Selain itu, Alkitab juga memiliki kuasa dari Allah, meskipun penulisnya adalah manusia. Karena saat penulis menyusun Alkitab tersebut, Allah menurunkan Roh Kudus untuk memberikan ilham.
Dalam Wahyu 22:18-19, Allah mengingatkan dan memperingatkan manusia untuk tidak menambah atau mengurangi Firman-Nya. Kata Dia, “… Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini.Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini.”
Saya memiliki sebuah kisah tentang keajaiban bahwa Alkitab ini merupakan buku atau kitab yang akan bertahan lebih lama daripada buku-buku maupun kitab-kitab lain yang ada di dunia ini. Cerita ini saya ambil dari sebuah film rohani yang berjudul “The Book of Eli”. Film ini menceritakan sebuah perjuangan seseorang yang mempertahankan satu-satunya Alkitab pada jaman sesudah perang nuklir (karena Alkitab yang lain telah dibakar dan dianggap tidak berguna oleh semua orang pada waktu itu). Dia membawanya ke suatu daerah yang telah ditunjukkan oleh Tuannya (Allah) untuk dibuat kembali dan kemudian diperbanyak. Tetapi dalam perjalanan ke daerah tersebut, dia mengalami banyak rintangan yang menghadangnya. Mulai dari dikejar oleh kelompok yang menginginkan buku tersebut, praktik kanibalisme antar manusia, ditembak beberapa kali ditubuhnya sampai hampir sekarat, Alkitab miliknya telah diambil dan lain sebagainya. Walaupun Alkitab miliknya telah diambil dia tetap berkomitmen untuk berjalan menuju daerah yang ditujunya. Dan sesudah sampai ke tempat yang ditujunya, dia lalu menyuruh seseorang untuk menulis apa yang dia ucapkan. Yang dia ucapkan adalah seluruh kitab-kitab dan surat-surat di Alkitab mulai dari Kejadian sampai Wahyu. Oleh karena itu, sebaiknya kita tiru teladan orang yang bernama Eli ini, mulai dari mempertahankan satu-satunya Alkitab di bumi, membaca Alkitab tiap hari, dan mampu menghafal semua bagian-bagian (isi) Alkitab.   
B.   Firman Allah Mempunyai Kuasa
        i.      Firman Allah Memberi Pertolongan Ajaib
Allah dan Firman-Nya merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Tanpa Allah mana mungkin Alkitab dapat tercipta? Firman-Nya atau Alkitab juga tidak dapat langsung muncul ke bumi begitu saja tanpa adanya suatu campur tangan suatu pihak. Jadi disini juga berbicara tentang kekuasaan Allah yang tak terbatas. Salah satunya adalah pertolongan Allah yang ajaib. Lewat kuasa ini, segala persoalan yang mustahil menjadi mudah untuk dilewati. Kuasa ini akan terjadi apabila kita mengutamakan Allah dan percaya kepada-Nya dengan sepenuh hati. Seperti di dalam Injil Matius yang berkata “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.[7]” dan inilah yang seharusnya kita utamakan. Mencari dahulu kehendak Allah atas hidup kita, maka kita akan mendapatkan balasannya pada saat waktunya.
Lewat kepercayaan kita kepada Allah kita juga akan mendapatkan keajaiban yang dilakukan oleh-Nya. Ada Firman yang berkata seperti ini “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.[8]”. Firman yang saya dapatkan setelah saya mendengarkan kotbah dari kakak pembimbing saya waktu masih SMA dulu dan akan tetap saya pegang sampai hari ini walaupun banyak sekali badai yang menerpa. Tetap percaya pada Tuhan Allah kita dengan segenap hati kita dan jangan hanya mengandalkan pengertian kita sendiri dan kita juga harus dituntut untuk peka akan suara-suara dari Allah melalui saat teduh kita maupun dalam doa-doa kita. Dan marilah kita untuk mengingat Allah dalam segala sesuatu yang kita lakukan, baik melakukan kegiatan kita sehari-hari, berdoa, mandi, makan, dan yang lainnya. Maka Dia akan menunjukkan kepada kita cara hidup yang baik, melalui persembahan maupun cara akal budi kita[9], supaya kita makin berkenan kepada Dia dan sempurna di hadapan-Nya.
      ii.      Firman Allah Memberikan Hidup Baru
Kuasa lain dari Firman Allah (secara khusus) adalah memberikan kita hidup yang baru. Hidup baru yang didasari oleh iman kita terhadap Yesus Kristus. Seperti kisah yang telah saya alami sendiri.
Saya bersaksi bahwa Dialah yang memulihkan diri saya yang hancur karena berbagai hal. Hal-hal itu antara lain keluarga saya yang berbeda keyakinan, sifat-sifat dari lingkungan sekitar yang tidak baik untuk ditulis disini, perbuatan yang tidak menyenangkan, perkataan yang tidak memberikan berkat (cenderung berbohong dan berkata-kata kotor), sering berpikir yang tidak-tidak dengan orang lain, suka menyontek dan lain sebagainya. Dia datang dalam wujud seorang kakak rohani yang membimbing saya untuk lebih mendalami tentang Firman Allah yang dikemas dalam kelompok kecil. Disana saya dibimbing untuk tidak melakukan hal-hal yang membuat saya hancur seperti di atas. Dan mulai berdampak pada saat saya ujian tengah semester kemarin dimana saya tidak menyontek sama sekali, belajar bahan-bahan yang sudah disampaikan oleh dosen dan tidak lupa saya juga berdoa kepada Tuhan supaya diberi kemudahan dan membuka kembali ingatan saya apa yang saya pelajari saat itu juga. Walaupun IP tengah semester yang saya hitung 2,3 tetapi saya bersyukur bahwa itu adalah usaha saya sendiri dan saya serahkan sepenuhnya di tangan Tuhan. Firman yang saya tulis disini merupakan ayat hafalan yang semoga tetap saya hafal dan akan saya bagikan kepada kalian semua. Dari kitab  Yohanes 15: 7 yang berkata “Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.
    iii.      Firman Allah Mengajarkan Kehidupan dan Sifat Seorang Murid
Allah juga mengajarkan kita sebagai murid-Nya seperti Tuhan Yesus yang mengajar kedua belas murid-Nya. Dalam kitab Galatia 2:19b-20 yang berbunyi “Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.” kita diajarkan supaya Tuhan Yesus Kristuslah yang seharusnya menjadi pusat dari segala kegiatan atau aktifitas kita.


Menjadi seorang murid Allah itu tidaklah mudah. Akan ada halangan dan rintangan yang menerpa kita. Disinilah kita diuji untuk tahan banting, tahan lama dan tahan terhadap apapun. Mula-mula kita akan diperhadapkan dengan masalah-masalah yang terbilang cukup ringan. Ketika kita sudah bisa menghadapi masalah-masalah ringan tersebut, maka kita akan diperhadapkan dengan perkara yang tingkatnya satu tingkat di atasnya. Disini kita
juga harus mengandalkan Tuhan setiap saat dan tetap setia menuruti kehendak Dia. “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. [10]“. Apabila dia tidak dapat menyelesaikan masalah-masalah tersebut maka masalah itu akan menumpuk dan dia akan meninggalkan (tidak setia) Tuhan dan mencari cara yang lain supaya masalah itu bisa selesai.
Ada satu lagi perkataan Allah dalam Firman-Nya bahwa “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.[11]” yang menjadi kekuatan kita, dasar untuk menghadapi segala tantangan kita untuk menjadi murid dari Allah.
Selain hal-hal diatas, kita juga perlu untuk bertumbuh dalam Firman-Nya. Karena kita adalah anak-anak Allah yang terpilih untuk menjadi murid-Nya. Firman “Seperti pandan yang bertumbuh tinggi kalau tidak di rawa atau mensiang yang bertumbuh subur, kalau tidak di air.[12]” itulah diri kita dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih yang bertumbuh di dalam segala hal ke Kristus yang adalah Kepala[13]. Tidak hanya teguh berpegang kepada kasih kita kepada Kristus, tetapi kita juga perlu berjaga-jaga dan berdoa supaya apa yang kita dapatkan sebagai murid Allah tidak lepas begitu saja.
Sebagai hal terakhir tentang Firman  Allah yang mengajarkan kita tentang kehidupan dan sifat dari seorang murid adalah membutuhkan suatu proses. Proses pertama untuk menjadi seorang murid adalah menerima dahulu Tuhan Yesus Kristus sebagai jalan keselamatan. Dalam Injil Yohanes Yesus mengatakan bahwa Dia adalah jalan, kebenaran dan hidup dan tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa (Allah), kalau tidak melalui Aku. Itulah sebabnya dalam setiap mengikut menjadi murid Allah harus mengerti tentang hal ini. Setelah kita menerima Dia sebagai juru selamat, yang kedua adalah mengerti tentang Firman Allah. Dalam hal ini, kita perlu kepekaan untuk mengerti apa yang akan dibicarakan oleh Allah. Kepekaan ini dapat kita dapatkan setelah Roh Kudus telah ada di dalam diri kita. Roh Kudus adalah Roh yang diberikan oleh Allah sebagai penghubung antara kita dengan Allah. Dia juga yang akan mengajarkan dan mengingatkan kita akan sesuatu yang telah Allah katakan[14]. Dari Roh Kudus, kita dapat memiliki bahasa Roh (bahasa rahasia kita kepada Allah, bahkan Iblis takut akan bahasa tersebut), dapat mengobrol dengan Allah secara pribadi lepas pribadi, dapat mengerti tentang hal yang salah dan benar, dapat mengajarkan kita berbicara dengan hikmat dan sopan, dan banyak hal lain. Setelah kita menerima Roh Kudus secara pribadi yang mengajarkan kita segala hal, kita harus bertemu secara pribadi dengan Yesus Kristus melalui saat teduh, doa, pendalaman Alkitab, maupun Bible Reading.  Proses selanjutnya adalah kita tahu akan tujuan akhir kita dalam dunia ini. Tujuan itu haruslah kita cari dan bukan seperti kita duduk saja, lalu datang sendiri tujuan itu. Disini kita dituntut untuk lebih peka akan kehendak Allah. Dan kita juga harus hidup rendah hati. Mengutamakan orang lain daripada diri sendiri. Kita juga harus mengerti tentang Amanat Agung[15]. Apakah itu merupakan tujuan kita atau hanya merupakan hal yang kita tahu saja tanpa ada realisasinya. Dan akhir dari proses tersebut adalah unity atau kesatuan. Kesatuan dari masing-masing pribadi yang tahu tentang tujuan dan arah hidup mereka. Jika tujuan mereka sama, satu, sehati, sepikir, maka jadilah mereka suatu kelompok yang akan memperjuangkan tujuan mereka agar tercapai. Jika tujuannya adalah yang tercantum dalam Amanat Agung, memberitakan Injil sampai seluruh bangsa, sebaiknya mereka yang mempunyai tujuan tersebut bersatu dan saling menguatkan jika ada salah satu mereka yang jatuh atau sedang down. Pada akhirnya murid-murid Allah ini akan menjadi berkat bagi sekitar mereka.
    iv.      Firman Allah Menghakimi Kita
Tidak hanya untuk kebahagiaan umat-Nya saja adanya Firman dari Allah, tapi Firman-Nya ada juga untuk menghakimi umat-Nya. Allah mampu menghakimi umat-Nya karena Allah memiliki kuasa untuk menghakimi. Para nabi dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru sering kali mengucapkan kata-kata hukuman yang mereka terima dari Allah. Pada Injil Yohanes 12:48 yang berbunyi demikian, “Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman.” Yesus mengatakan bahwa Firman-Nya akan menghakimi orang yang menolak diri-Nya.
Selain Firman Allah dapat menghakimi kita, Firman-Nya juga memiliki kuasa untuk mengijinkan Iblis mencobai umat-Nya. Seperti yang dialami oleh Yesus sendiri yang telah dicobai oleh Iblis di padang gurun sebanyak tiga kali. Pencobaan-pencobaan itu antara lain mengubah batu menjadi roti, menjatuhkan diri dari bubungan Bait Allah dan Iblis juga akan menjadikan Yesus pemimpin dari segala kerajaan di bumi dengan syarat Dia harus menyembah sang  Iblis. Tetapi Yesus menjawab dengan penuh keimanan dan menolak semua ajakan Iblis[16]. Ada juga pencobaan, tetapi tidak berasal dari Iblis, pencobaan ini sendiri berasal dari Allah sendiri. Dalam kitab Kejadian 22 ayat 1 sampai 19, Allah mencoba iman dan ketaatan Abraham melalui pengorbanan anak satu-satunya, yaitu Ishak. Pengorbanan itu sebagai persembahan untuk Allah sendiri. Dalam hati seorang manusia biasa, pasti ada perasaan yang berkecamuk jika perkataan Allah itu menyuruh kita untuk mempersembahkan anak satu-satunya kepada Allah. Tetapi Abraham tetap setia dengan perkataan Allah, sehingga saat Abraham akan menyembelih Ishak, Malaikat Tuhan turun dan mengatakan “Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku.[17]” dan Abraham mendapatkan seekor domba jantan sebagai pengganti persembahan untuk Allah. Lalu Malaikat Tuhan berkata untuk kedua kalinya, “Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri -demikianlah firman TUHAN -: Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku, maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya.Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku.[18]
Selain menghakimi, Allah juga menuntut Roh kita menguasai jiwa kita, agar emosi dan kemauan kita dikendalikan oleh Roh. Kalau jiwa kita, yaitu emosi dan kemauan menguasai roh kita, maka kita menjadi histeris dalam penyembahan dan menuruti keinginan daging kita. Dalam Injil Matius mengatakan roh kita memang menurut akan kehendak Allah, tetapi daging kita adalah lemah[19]. Maka dari itu, kita perlu untuk tetap berserah kepada Allah agar kita dimampukan untuk tetap melakukan perintah-Nya dan usaha kita tidak akan sia-sia.


[1]Alkitab, dari Kitab Yohanes 14:6
[2] Alkitab, dari Kitab Mazmur 119:105
[3] Alkitab, dari Kitab Mazmur 9:11
[4] Alkitab, dari kitab Ulangan 32:47
[6] Alkitab, kitab Yohanes 3:16
[7] Alkitab, Injil Matius 6:33
[8] Alkitab, kitab Amsal 3:5-6
[9] Alkitab, kitab Roma 12:1-2
[10] Alkitab, Injil Lukas 16:10
[11] Alkitab, 1 Korintus 10:13
[12] Alkitab, Injil Ayub 8:11
[13] Alkitab, Efesus 4:14
[14] Alkitab, Injil Yohanes 14:26
[15] Alkitab, Injil Matius 28:19-20
[16] Alkitab, Injil Matius 4:1-11
[17] Alkitab, Kitab Kejadian 22:12
[18] Alkitab, kitab Kejadian 22:16-18
[19] Alkitab, Injil Matius 26:41



Bagi yang mau download, bisa klik link dibawah ini :
Alkitab Sebagai Firman Allah yang Berkuasa.pdf



0 comments:

Post a Comment

Aswida's Article
Jangan lupa untuk selalu mencantumkan komentar, kritik dan saran bagi perkembangan blog ini.

Komentar bisa dihapus apabila MENGANDUNG SARA, PROVOKASI, HAL-HAL YANG TIDAK BAIK dan PERKATAAN YANG TIDAK TERPUJI.

>>KEEP BLOGGING FOR ALL BLOGGERS<<

Statistic of Aswida's Article

PageRank Checking Icon asp hit counter free counters

Followers

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...